<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Veritas 11/1 (April 2010)</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/203</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 12:07:54 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-24T12:07:54Z</dc:date>
<image>
<title>Veritas 11/1 (April 2010)</title>
<url>http://https://repository.seabs.ac.id:8080/bitstream/id/0bf66049-5229-4d35-a5d8-757ada4744ad/</url>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/203</link>
</image>
<item>
<title>Air Hidup yang Menghilangkan Rasa Malu dan Salah (Yoh 4:6b-7, 15-18, 23-26, 39-42)</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/210</link>
<description>Air Hidup yang Menghilangkan Rasa Malu dan Salah (Yoh 4:6b-7, 15-18, 23-26, 39-42)
Hauw, Andreas
Naskah khotbah
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/210</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Silent Crime: Suatu Ulasan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/209</link>
<description>Silent Crime: Suatu Ulasan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan
Mamahit, Aileen P.
Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dikagetkan dengan sebuah berita: “Manohara Odelia Pinot kabur dari suaminya” yang adalah anggota kesultanan Kelantan, Malaysia pada 31 Mei 2009.  Cara Manohara kabur dari penjagaan yang ketat dan pengalaman-pengalaman yang mengerikan yang ia alami di tangan suaminya telah menghebohkan media massa di tanah air.   Walaupun sebenarnya ada beberapa selebritis wanita Indonesia lain yang mengalami tindak kekerasan dari suami mereka, cerita Manohara yang diberitakan secara besar-besaran.  Ia melarikan diri karena ada “kemungkinan” ia memang benar-benar mengalami kekerasan tersebut.  Jika benar demikian, kisah dramatis ini adalah kebalikan dari dongeng-dongeng tentang tuan putri dan pangeran yang selalu diakhiri dengan “and they live happily ever after.”  Kekerasan terhadap perempuan dapat mengambil berbagai bentuk, misalnya pelecehan secara fisik, seksual, dan kejiwaan.  Karena cakupannya cukup luas, tulisan ini, utamanya, hanya akan meninjau kekerasan secara fisik, dan lebih khusus lagi, akan dibatasi pada “penganiayaan terhadap istri” (“wife battering”). Bagian awal tulisan ini akan menjelaskan pengertian dan penyebab kekerasan terhadap perempuan.  Kemudian, akan diulas secara singkat tipe laki-laki (suami) macam apa yang rawan untuk menjadi “penganiaya istri” dan tipe perempuan (istri) macam apa yang biasanya menerima penganiayaan dari suaminya. Selanjutnya, akan dibahas penjelasan efek-efek yang ditimbulkan dari tindak kekerasan terhadap perempuan.  Tulisan ini juga akan memberi tuntunan umum dan praktis bagaimana menolong perempuan “korban penganiayaan” dalam setting konseling Kristen.  Akhirnya, sebuah refleksi singkat secara alkitabiah akan dipaparkan untuk melihat isu ini dari “kaca mata” firman Tuhan.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/209</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Baptisan dan Kepenuhan Roh: Sebuah Perbandingan antara Pandangan Kekinian dengan Data Kisah Para Rasul</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/208</link>
<description>Baptisan dan Kepenuhan Roh: Sebuah Perbandingan antara Pandangan Kekinian dengan Data Kisah Para Rasul
Lukito, Daniel Lucas
Umumnya kalangan Karismatik amat mementingkan baptisan Roh, kepenuhan Roh, dan bahasa roh.  Ada opini yang cukup khas di kalangan gereja atau persekutuan Karismatik mengenai topik ini, walaupun di satu sisi ada aspek positif di dalamnya, yaitu tema tentang Roh Kudus dibahas di mana-mana.  Hal tersebut tidak lain merupakan pertanda adanya kepekaan di kalangan pimpinan gereja atau kaum awam untuk mengangkat topik ini ke permukaan,  sehingga kita menyaksikan bahwa banyak berkat sungguh-sungguh diperoleh, bukan semata-mata karena topik itu dibicarakan, tetapi saya percaya hal ini juga merupakan berkat tersendiri dari Allah Roh Kudus.   Selain itu, hal positif lain adalah akhir-akhir ini cukup banyak terdengar orang memberikan kesaksian bahwa mereka telah mengalami kelepasan yang baru, mendapatkan sukacita yang tak terhingga setelah mereka merasakan “pengalaman kedua,” “berkat tambahan” di luar pengalaman kelahiran baru yaitu ketika percaya Kristus sebagai Juruselamat.  Tuhan menjadi lebih dekat dan lebih nyata, kedamaian dirasakan datang berlipat ganda, kuasa dan kemenangan selalu menjadi berita yang hangat setelah mendapatkan sentuhan dari Roh Kudus. ... Tetapi, bersamaan dengan itu dari sisi lain, harus pula secepatnya kita bertanya: Apakah dasar pengakuan dan ajaran yang marak belakangan ini dapat dipertanggungjawabkan secara alkitabiah?  Apakah pengalaman dan kesaksian berbagai kalangan tersebut sesuai dengan prinsip firman Tuhan?   Apakah doktrin yang berkembang di antara mereka solid dan konsisten dengan pengajaran yang sehat?  Dari sudut inilah saya mengajak kita melihat pengertian tentang baptisan dan kepenuhan Roh.  Secara ringkas saya akan mengetengahkan pandangan yang umum tentang topik ini dari aliran yang mendukung dan selanjutnya akan diberikan tanggapan berupa data utama dari kitab Kisah Para Rasul.  Harapan saya ini akan menjadi sebuah perbandingan yang akan membawa semua kembali pada interpretasi yang tepat dari Alkitab.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/208</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tinjauan Kritis terhadap Film-Film Horor Indonesia dari Perspektif Demonologi Kristen</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/207</link>
<description>Tinjauan Kritis terhadap Film-Film Horor Indonesia dari Perspektif Demonologi Kristen
Samuel, Lucky
Sebagai salah satu media komunikasi massa, film telah menjadi salah satu media hiburan yang sangat diminati manusia modern.  Maka tidak mengherankan jika insan perfilman—baik lokal maupun internasional—mulai berlomba-lomba memproduksi lebih banyak lagi film.  Kenyataan tersebut tidak terlepas dari karakteristik masyarakat modern yang menjadikan film sebagai salah satu budaya hidup mereka.   Di tengah arus budaya yang demikian, film horor telah menjadi salah satu genre yang digandrungi oleh para penikmat kisah-kisah yang dapat menegakkan bulu kuduk, tetapi sekaligus mengundang rasa penasaran yang tinggi. ... Tulisan ini bertujuan untuk memberikan tinjauan teologis terhadap ide-ide tentang Iblis (atau disebut juga Setan) dan roh-roh jahat yang beredar di alam pemikiran masyarakat Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh film-film horor Indonesia yang tayang sejak tahun 2004 hingga awal 2010.  Apa yang menjadi concern penulis dalam tulisan ini berkaitan dengan paradoks “takut namun penasaran” di antara jemaat usia remaja hingga usia dewasa yang penulis layani di ibukota negara, sewaktu membicarakan sosok Iblis dan dunia roh.  Penulis akan memaparkan, pertama, konsep roh-roh jahat yang ditampilkan dalam film-film horor.  Kedua, apa yang Alkitab katakan tentang roh-roh jahat dan pengaruhnya, yaitu seberapa luas cakupan pengaruh roh jahat dalam hidup manusia.  Ketiga, memberikan evaluasi terhadap konsep roh jahat dalam film-film horor.  Keempat, pada bagian kesimpulan, penulis akan mengusulkan bagaimana sikap orang Kristen dalam menyikapi realitas roh-roh jahat dan pengaruhnya, khusus dalam kaitannya dengan konsep roh-roh jahat yang disampaikan melalui film-film horor.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/207</guid>
<dc:date>2010-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
