<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1726">
<title>Consilium 29</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1726</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1730"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1729"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1728"/>
<rdf:li rdf:resource="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1727"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-24T11:09:13Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1730">
<title>Jesus: The Door to Salvation and Abundant Life</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1730</link>
<description>Jesus: The Door to Salvation and Abundant Life
Theresya, Fentica
</description>
<dc:date>2024-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1729">
<title>Iblis Bersumber Dari Allah: Analisis Terhadap Film Portrait Of God Dan Implikasinya Terhadap Pandangan Demonologi</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1729</link>
<description>Iblis Bersumber Dari Allah: Analisis Terhadap Film Portrait Of God Dan Implikasinya Terhadap Pandangan Demonologi
Sentosa, Cynthia; Chandra, Steven R.; Alexander, William
Ada banyak usaha untuk mengeksplorasi konsep-konsep tentang penggambaran Allah dan Iblis. Eksplorasi yang bebas dan luas terhadap konsep penggambaran Allah dan Iblis membawa kepada penggambaran-penggambaran Allah dan Iblis yang tidak pernah terpikirkan oleh banyak orang. Pada zaman ini eksplorasi yang demikian tidak hanya berada di ranah tulisan ilmiah, tetapi juga menggunakan seni khususnya media film. Melalui media film, konsep-konsep yang dieksplorasi tidak hanya menjadi gambaran abstrak di otak manusia, tetapi juga diwujudkan ke dalam gambaran konkret yang ditunjukkan melalui visual di dalam film.
</description>
<dc:date>2024-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1728">
<title>Restorasi Kebenaran Objektif: Suatu Tinjauan Akan Konsep Kebenaran Posmodernisme Menurut Kekristenan</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1728</link>
<description>Restorasi Kebenaran Objektif: Suatu Tinjauan Akan Konsep Kebenaran Posmodernisme Menurut Kekristenan
Yohanes, Hansen
Perubahan wawasan dunia yang terjadi dari masa ke masa memberikan dampak yang luar biasa. Mula-mula perubahan wawasan dunia ini dapat dilihat pada masa reformasi. Reformasi memberikan satu perubahan yang besar di dalam dunia kekristenan terutama berkaitan dengan Tuhan. Pada abad pertengahan, para teolog banyak memberikan kompromi pada pandangan teosentris yang membuat pandangan mereka lebih mengarah kepada antroposentris daripada teosentris.  Ketika gerakan Reformasi mulai muncul, mereka mengembalikan perspektif akan teosentris yang tepat. Mereka tidak menempatkan pandangan antroposentris sebagai titik awal dari teologi, melainkan mereka melihat pada penyataan Allah terlebih dahulu sebagai petunjuk seluruh kehidupan. Namun, setelah dari masa reformasi ini, terjadi pergerakan wawasan dunia yang selanjutnya, yaitu masa pencerahan.
</description>
<dc:date>2024-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1727">
<title>Jesus At The Center: Tinjauan Terhadap Konsep Yesus Sebagai Elector dan Elected dalam Doktrin Pemilihan Karl Barth</title>
<link>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/1727</link>
<description>Jesus At The Center: Tinjauan Terhadap Konsep Yesus Sebagai Elector dan Elected dalam Doktrin Pemilihan Karl Barth
Lumempow, Regrofer
Bruce Mccormack menulis, “... I am confident that the greatest contribution of Karl Barth to the development of church doctrine will be located in his doctrine of election.”  Menurutnya, doktrin pemilihan Karl Barth telah memberikan koreksi dan masukkan yang bernilai terhadap pengajaran klasik mengenai doktrin pemilihan. Pemikiran Barth di dalam doktrin pemilihan telah membuat gereja, secara tegas dan tanpa keraguan, dapat berbicara mengenai siapa Allah dan apa yang telah Allah lakukan di dalam kekekalan sebelum dunia dijadikan.
</description>
<dc:date>2024-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
