<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Veritas 03/2 (Oktober 2002)</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/60" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/60</id>
<updated>2026-04-24T12:15:32Z</updated>
<dc:date>2026-04-24T12:15:32Z</dc:date>
<entry>
<title>Anugerah Demi Anugerah Tuhan sebagai Respons atas Kegagalan Demi Kegagalan Manusia : Suatu Upaya untuk Mengerti Berita Kitab Hakim-Hakim Berdasarkan 2:6 - 3:6</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/96" rel="alternate"/>
<author>
<name>Maleachi, Martus A.</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/96</id>
<updated>2018-10-18T08:25:12Z</updated>
<published>2002-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Anugerah Demi Anugerah Tuhan sebagai Respons atas Kegagalan Demi Kegagalan Manusia : Suatu Upaya untuk Mengerti Berita Kitab Hakim-Hakim Berdasarkan 2:6 - 3:6
Maleachi, Martus A.
Puji syukur kepada Tuhan yang telah memimpin Seminari Alkitab Asia Tenggara selama 50 tahun ini.  Dalam rangka peringatan Jubileum ini kita akan mempelajari satu bagian yang mengungkapkan anugerah Tuhan dalam Perjanjian Lama, yaitu kitab Hakim-hakim.  Lebih khusus lagi kita akan meneliti Hakim-hakim 2:6-3:6 yang merupakan bagian penting untuk mengerti berita kitab ini.  Mark O’Brien menulis, “The abiding issue in the book of Judges seems to be the relationship between the individuality of the stories and the formulaic quality of 2:1-3:6  and the framework passages.  Whether one approaches the text from a diachronic or a synchronic perspective, these differences have to be acknowledges and an explanation offered.”  Melalui artikel ini saya ingin mengusulkan bahwa berita kitab Hakim-hakim adalah: Anugerah demi anugerah TUHAN sebagai respon atas kegagalan demi kegagalan manusia.  Kata “anugerah” dan “kegagalan” memang sengaja diulang.  Hal ini menekankan kegagalan yang terus berulang dari bangsa Israel untuk tetap setia kepada TUHAN di tanah perjanjian.  Sebaliknya, TUHANpun terus menerus meresponi kegagalan ini dengan anugerahnya.  Artikel ini dibagi dalam dua bagian besar.  Pertama, kita akan melihat bagaimana kitab Hakim-hakim menggambarkan kegagalan umat Israel.  Kedua, barulah kita meneliti Hakim-hakim 2:6-3:6.
</summary>
<dc:date>2002-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Mencermati Perjalanan Integrasi Psikologi dan Teologi : Lajang, Nikah, Cerai?</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/70" rel="alternate"/>
<author>
<name>Gunadi, Paul</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/70</id>
<updated>2018-05-05T05:06:00Z</updated>
<published>2002-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Mencermati Perjalanan Integrasi Psikologi dan Teologi : Lajang, Nikah, Cerai?
Gunadi, Paul
Mencermati relasi antara psikologi dan teologi, tidak bisa tidak, saya teringat akan relasi suami-istri pada umumnya: ada yang mesra dan penuh perhatian, ada yang berseteru bak musuh bebuyutan, dan ada yang tidak acuh satu sama lain. Ironisnya, sesungguhnya keduanya merupakan “sumber hikmat dan pengertian tentang kehidupan manusia,” yang mempunyai cukup banyak kesamaan. … Sampai pada abad 19, psikologi masih dipandang sebagai ilmu yang berdampingan dengan agama, namun mulai abad 20 sekularisme sudah mendominasi psikologi. Tampaknya ini adalah titik awal ketidakpastian relasi antara dua ilmu ini dan upaya integrasi mengemuka dari relasi yang ambivalen ini.
</summary>
<dc:date>2002-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kesaksian Internal Roh Kudus menurut John Calvin</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/69" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sulistio, Thio Christian</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/69</id>
<updated>2018-05-16T06:34:15Z</updated>
<published>2002-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kesaksian Internal Roh Kudus menurut John Calvin
Sulistio, Thio Christian
Doktrin kesaksian internal Roh Kudus merupakan doktrin yang sangat penting bagi kekristenan terutama kalangan Reformed, terutama dalam membentuk epistemologi Kristen. Mengapa kita menerima kekristenan sebagai pengajaran yang benar dari Allah? Mengapa kita menerima Alkitab sebagai firman Allah? Jawabannya ada pada kesaksian internal Roh Kudus. Di dalam artikel ini kita akan membahas doktrin kesaksian internal Roh Kudus menurut salah seorang tokoh Reformator, yaitu John Calvin. Dibandingkan Luther, Calvin mengajarkan doktrin ini lebih jelas. Setiap kali orang berbicara mengenai otoritas Alkitab maka ia juga akan berbicara tentang kesaksian internal Roh Kudus menurut Calvin. Doktrin ini juga penting bagi kita untuk memahami seluruh doktrin pengetahuan akan Allah dan seluruh sistem teologi Calvin. Bagi Calvin sendiri doktrin ini merupakan dasar dari seluruh pengetahuan akan Allah. B. B. Warfield mengatakan demikian, “His doctrine of the testimony of the Holy Spirit is the keystone of his doctrine of the knowledge of God.”  Meski demikian doktrin ini bukan tanpa kritikan. David Friedrich Strauss, misalnya, pernah mengatakan bahwa doktrin ini merupakan titik lemah dari teologi Protestan. Karena tidak ada dasar rasional bagi seseorang untuk percaya kepada Alkitab sebagai firman Allah ketika seseorang hanya menunjuk kembali kepada Allah.2 Argumen demikian diangap argumen sirkular dan lemah. Bagaimana sebenarnya doktrin ini menurut Calvin? Apa kaitan antara doktrin ini dan otoritas Alkitab? Apakah doktrin ini mengabaikan “pembuktian rasional”? Artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Untuk itu yang pertama-tama akan dibahas adalah konteks historis doktrin ini dan konteksnya di dalam Institutio. Setelah itu akan dibahas kaitan doktrin ini dengan otoritas Alkitab kemudian kaitannya dengan “pembuktian rasional” menurut Calvin.
</summary>
<dc:date>2002-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Track Record Sekolah Teologi : Anugerah Karya Allah Mulai dari Keterbatasan Mendidik Calon Rohaniwan sampai Penerimaan Lulusannya oleh Gereja dan Lembaga Kristen</title>
<link href="https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/68" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pilimon, Jahja Elia</name>
</author>
<id>https://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/68</id>
<updated>2018-05-05T04:53:02Z</updated>
<published>2002-10-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Track Record Sekolah Teologi : Anugerah Karya Allah Mulai dari Keterbatasan Mendidik Calon Rohaniwan sampai Penerimaan Lulusannya oleh Gereja dan Lembaga Kristen
Pilimon, Jahja Elia
Trinity Evangelical Divinity School (TEDS) yang berdiri sejak tahun 1897 adalah lembaga pendidikan teologi berakreditasi yang bertaraf internasional. Track record untuk lulusan TEDS yang “terpakai” oleh lembaga-lembaga Kristen adalah: 85% dari lulusannya, dalam waktu setengah tahun, telah menduduki posisi pelayanan di gereja dan berbagai lembaga Kristen.1 TEDS yang mempunyai reputasi internasional ini, diinformasikan oleh Rick Kalal,2 mendapat kritikan dari para pendeta “gereja-gereja besar pemakai lulusan TEDS.” Kritikannya adalah: Para lulusan TEDS hanya bisa mengeksegesis Alkitab tetapi kurang mampu mengeksegesis budaya; tahu membaca bahasa Yunani dan Ibrani, tetapi kurang matang dalam spiritual, keterampilan keorganisasian dan penggembalaan untuk dapat menjadi pemimpin rohani yang efektif. Tindakan kritik tersebut dilanjutkan dengan “ancaman”: jika lulusan TEDS berikutnya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, maka mereka akan mendirikan sekolah teologi sendiri, alias tidak akan menerima lagi “pasokan” rohaniwan lulusan TEDS. …  Paparan selanjutnya akan menunjukkan catatan pelayanan para rohaniwan di lembaga-lembaga “pemakai,” khususnya gereja, yang kelemahan-kelemahannya selalu dikembalikan pada lembaga yang mendidiknya, yaitu sekolah teologi. Setelah itu akan ditunjukkan catatan keterbatasan-keterbatasan proses pendidikan mulai dari penyaringan peserta didik baru, proses pendidikan, magang, sampai kegiatan evaluasinya.
</summary>
<dc:date>2002-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
